AKHLAK MENUNTUT ILMU
Di bawah ini merupakan
metode yang baik dalam mencari/menuntut ilmu, agar ilmu yang kita miliki
bermanfaat dan mendapat barokah dari Allah
1)
Awali dengan niat yang
benar, baik dan ikhlas.
عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ
بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَ
إِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَ
رَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ،
Dari Amīr al-Mu’minīn, Abū Hafsh ‘Umar bin
al-Khaththāb t, dia menjelaskan bahwa
dia mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya setiap amal perbuatan
tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai
dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka
hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya..... (HR. al-Bukhāriy dan Muslim)
Niatkan bahwa mencari/menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan
ridho Allah. Niatkan bahwa ilmu yang dimiliki akan digunakan untuk kebaikan,
bukan untuk mengejar dunia semata. Niatkan bahwa dengan ilmu tersebut, kita
berjuang di jalan Allah. Memohonlah kepada Allah agar ilmu yang kita miliki
bermanfaat dunia-akhirat. Memohonlah kepada Allah agar kita terhindar dari
ilmu/ajaran sesat dan menyesatkan.
Baik atau buruknya suatu ilmu, bukan karena ilmunya,
melainkan karena niat dan tujuan si pemiliki ilmu. Ibarat pisau, tergantung
siapa yang memilikinya. Jika pisau dimiliki oleh orang jahat, maka pisau itu
bisa digunakan untuk membunuh, merampok atau mencuri. Tetapi jika dimiliki oleh
orang baik, maka pisau itu bisa digunakan untuk memotong hewan qurban, mengiris
bawang atau membelah ikan.
2) Selalu minta restu dan
ridho orangtua
Rasulullah SAW bersabda : “Ridhallahu fi ridhal
walidain”yang artinya : ridhanya Allah SWT ada pada ridhanya kedua orang
tua. Jadi biasakanlah setiap akan pergi untuk belajar untuk selalu :
§
Pamitlah dengan mohon
izin dan ridhonya orang tua
§
Menjabat tangan kedua
orang tua dan mengucap salam
§
Mintalah dengan
kerendahan hati dan santun kepada orangtua untuk mendoakan agar kita selamat
dunia-akhirat.
3)
Bersungguh-sungguh
Ada papatah Arab yang mengatakan bahawa “man jadda wa jada“ artinya
“barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil”.Dalam menuntut
ilmu haruslah bersungguh-sungguh dan tidak pernah berhenti.
Allah mengisyaratkan dalam firman-Nya yang berbunyi : “Dan orang-orang yang berjuang di jalan Kami pastilah akan
Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami.”
4)
Terus-menerus
Hendaklah jangan mudah puas atas ilmu yang kita dapatkan sehingga kita
enggan untuk mencari lebih banyak lagi. Seperti pepatah yang disampaikan oleh
Sofyan bin Ayyinah : “Seseorang akan tetap pandai selama dia menuntut ilmu.
Namun jika ia menganggap dirinya telah berilmu (cepat puas) maka berarti ia
bodoh.” Allah lebih menyukai amalan yang sedikit tapi dilakukan secara
terus menerus dibandingkan amalan yang banyak tetapi hanya dilakukan sehari
saja.
Seperti sebuah kisah seorang santri yang melihat peristiwa batu yang
berlobang di dalam goa karena tetesan air yang terus menerus.
5)
Sabar dalam menuntut
Ilmu
Salah satu kesabaran terpuji yang harus dimiliki oleh seorang penuntut ilmu
adalah sabar terhadap gurunya seperti kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidr as (QS
Al Kahfi : 66-70). Kita jangan cepat putus asa dalam menuntut ilmu jika
mendapatkan kesulitan dalam memahami dan mempelajari ilmu. Allah tidak menyukai
orang yang berputus asa dari rahmat-Nya.
6)
Berhati-hati dalam
memilih ilmu / lembaga pendidikan
Pelajarilah ilmu agama sebagai landasan hidup. Pelajarilah
ilmu tentang aqidah, karena aqidah yang benar merupakan pondasi keimanan.
Pelajarilah ilmu tentang akhlak, karena akhlak merupakan cermin dari suasana
hati. Ingatlah... bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW diutus ke dunia untuk
memperbaiki akhlak manusia. Pelajarilah ilmu fiqh agar tata cara ibadah kita
sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pelajarilah ilmu-ilmu duniawi sebagai
sarana untuk beribadah kepada Allah dan berbuat kebaikan.
7)
Belajar kepada guru
yang terpercaya akan keilmuannya dan agamanya
Cara ini lebih cepat dan lebih meyakinkan daripada belajar
tanpa guru. Dengan belajar kepada guru akan memungkinkan diskusi, tanya-jawab
dan timbal-balik antara murid dan guru.Allah pun memerintahkan kita untuk
bertanya kepada orang yang berilmu seperti dalam firman-Nya dalam QS 16:43.
8)
Taat beribadah, rajin
bangun malam untuk sholat tahajud dan tafakur.
9)
Tidak berbuat maksiat
10)
Membiarkan diri lapar
ketika sedang belajar (rajin berpuasa)
11)
Sering bergaul/berdiskusi
dengan ulama (memuliakan ulama)
12)
Memuliakan/menghormati
guru (adab murid kepada guru)
13)
Memuliakan/menghormati
sahabat (adab murid kepada sesama murid)
14)
Memuliakan/menghormati
kitab/buku (adab murid kepada pelajaran)
15)
Mengamalkan ilmu yang
telah didapatkan.
Termasuk adab yang tepenting bagi para penuntut ilmu
adalah mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, karena amal adalah buah dari
ilmu, baik itu aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Karena orang yang telah
memiliki ilmu adalah seperti orang memiliki senjata. Ilmu atau senjata (pedang)
tidak akan ada gunanya kecuali diamalkan (digunakan).

Belum ada tanggapan untuk "AKHLAK MENUNTUT ILMU"
Posting Komentar