30
Fadhilah Sholat Tarawih Menurut Kitab Durratun Nashihin
Shalat
ini dinamakan tarawih yang artinya istirahat karena orang yang melakukan shalat
tarawih beristirahat setelah melaksanakan shalat empat raka’at. Shalat tarawih
termasuk qiyamul lail atau shalat malam. Akan tetapi shalat tarawih ini
dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, shalat tarawih ini adalah shalat malam
yang dilakukan di bulan Ramadhan. Para ulama sepakat bahwa shalat tarawih
hukumnya adalah sunnah (dianjurkan). Bahkan menurut ulama Hanafiyah, Hanabilah,
dan Malikiyyah, hukum shalat tarawih adalah sunnah mu’akkad (sangat
dianjurkan). Shalat ini dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan. Shalat tarawih
merupakan salah satu syi’ar Islam.
Diantara sunnah-sunnah yang dituntunkan oleh syariat kita pada bulan
Ramadhan adalah shalat Tarawih. Hadits-hadits Nabi yang mulia telah banyak yang
menerangkan tentang keutamaan shalat tesebut.
Di
dalam kitab Durratun Nashihin Fil Wa’zhi wal Irsyad karya Syaikh ‘Utsman bin
Hasan bin Ahmad Syakir Al Khubari, seorang Ulama yang hidup di abad ke-9
Hijriyah, terdapat hadits mengenai fadhilah atau keutamaan shalat tarawih pada
malam-malam bulan Ramadhan.
Dari
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallampernah ditanya tentang keutamaan Shalat Tarawih pada Bulan
Ramadhan.tahajud-setelah-tarawih-460x250 Maka Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada
malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan
juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
3. Dan pada malam ketiga, seorang
malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni
dosamu yang telah lewat.”
4. Pada malam keempat, dia memperoleh
pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala
memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid
Madinah dan Masjidil Aqsha.
6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala
memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun
oleh setiap batu dan cadas.
7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia
mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala
memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as.
9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia
beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala
mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari
dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
12. Pada malam keduabelas, ia datang pada
hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada
hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
14. Pada malam keempat belas, para
malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan
shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
15. Pada malam kelima belas, ia didoakan
oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
16. Pada malam keenam belas, Allah
menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke
dalam surga.
17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi
pahala seperti pahala para nabi.
18. Pada malam kedelapan belas, seorang
malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan
kepada ibu bapakmu.”
19. Pada malam kesembilan belas, Allah
mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi
pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang
yang saleh).
21. Pada malam kedua puluh satu, Allah
membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang
pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah
membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
24. Pada malam kedua puluh empat, ia
memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
25. Pada malam kedua puluh lima , Allah
Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
26. Pada malam keduapuluh enam, Allah
mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat
melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah
mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah
memberinya pahala seribu haji yang diterima.
30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber
firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil
dan minumlah dari telaga. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”
Dikutip
dari Kitab Durratun Nashihin Fil Wa’zhi
wal Irsyad karya Syaikh ‘Utsman bin Hasan bin Ahmad Syakir Al Khubari.

Belum ada tanggapan untuk "Pahala dan Keutamaan Salat Tarawih"
Posting Komentar