Makna dan Keutamaan
Lahaula
wa laa quwaata illa billah
Artinya
tidak ada kemampuan menghindari maksiat kecuali dengan pertolongan Allah dan
tidak ada kekuatan melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan-Nya. Demikian
ini adalah tafsirannya yang terdengar dari Rasulullah ‘alaihi as-salam dari
Jibril, seperti yang disebutkan oleh Syaikhuna Yusuf as-Sunbulawini. Lafadz aliyy berarti Yang Maha Luhur Derajat-Nya, dan
Yang Maha Suci dari segala sesuatu selain-Nya. Lafadz adzim berarti Yang
Memiliki Keagungan dan Kesombongan, seperti yang dikatakan oleh as-Showi.
Adapun
Syeh Salim bin Sumair al-Hadromi mendatangkan lafadz hauqolah adalah karena mengakui ketidakmampuannya akan
menghindari maksiat dan melakukan
ketaatan
kecuali hanya dengan pertolongan Allah. Alasan ini merupakan bukti keikhlasan
darinya radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana telah dikatakan oleh sebagian ulama,
“Absahkanlah amalmu dengan ikhlas dan absahkanlah keikhlasanmu dengan mengakui
ketidakmampuanmu menghindari maksiat dan melakukan ketaatan kecuali dengan
(pertolongan) Allah!”
Selain
itu, lafadz hauqolah adalah tanaman-tanaman surga, seperti yang disebutkan
dalam hadis Mi’roj, “Ketika Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama melihat
Nabi Ibrahim ‘alaihi assalam yang tengah duduk di samping pintu surga di atas
kursi yang terbuat dari intan zabarjud hijau, Nabi Ibrahim berkata kepada
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama ‘Perintahkanlah umatmu untuk
memperbanyak tanaman-tanaman surga karena tanah surga sangatlah subur dan
luas!’ Rasulullah bertanya, ‘Apa tanamantanaman surga itu?’ Nabi Ibrahim
menjawab, ‘Tanaman-tanaman surga adalah ﻻ ﺣﻮل وﻻ ﻗﻮة إﻻ ﺑﺎﷲ اﻟﻌﻠﻲ اﻟﻌﻈﻴﻢ’.
Qulyubi
berkata dalam Syarah al-Mi’roj, “(Faedah) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas
radhiyallahu ‘anhuma bahwa ia berkata, ‘Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa
sallama bersabda; Barang siapa berjalan menuju orang yang menghutanginya dengan
membawa hak pihak yang menghutangi karena hendak membayar hutang kepadanya maka
binatang-binatang di atas bumi dan ikanikan di lautan memintakan rahmat
untuknya, dan ditanamkan baginya pohon di surga dengan setiap langkahnya, dan
diampuni dosa darinya. Tidak ada orang yang berhutang yang menunda-nunda
membayar kepada orang yang menghutanginya padahal ia mampu
untuk
membayarnya kecuali Allah menulis dosa untuknya di setiap waktu.’” Termasuk
keistimewaan kalimah hauqolah adalah seperti yang tertulis dalam kitab Fawaid
asy-Syarji bahwa Ibnu Abi Dun -ya berkata dengan sanadnya yang sampai pada
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bahwa beliau bersabda, “Barang siapa
membaca ‘ﻻ ﺣﻮل وﻻ ﻗﻮة إﻻ ﺑﺎﷲ اﻟﻌﻠﻲ اﻟﻌﻈﻴﻢ’ setiap hari 100 kali maka ia tidak
akan tertimpa kefakiran selamanya.”
Diriwayatkan
dalam hadis juga, “Ketika seseorang memiliki hajat yang penting, dan ia membaca
‘ﻻ ﺣﻮل وﻻ ﻗﻮة إﻻ ﺑﺎﷲ اﻟﻌﻠﻲ اﻟﻌﻈﻴﻢ’ sebanyak minimal 300 kali maka Allah
memudahkan hajat itu.” Demikian ini disebutkan oleh Syaikhuna Yusuf dalam
Hasyiah-nya ‘Ala al-Mi’roj
Ulama radhiyallahu
‘anhum berkata, “Ketahuilah! Sesungguhnya seseorang tidak akan diberi pahala
atas dzikirnya kecuali ketika ia mengetahui makna dzikirnya tersebut meskipun
secara global. Berbeda dengan al-Quran, maka sesungguhnya orang yang membacanya
akan diberi pahala secara mutlak, baik mengetahui maknanya ataupun tidak.”
Demikian ini disebutkan oleh Qulyubi.Dari terjemahan kitan Kasyifatus Saja karangan Syekh Imam Nawawi Al-Bantani

Belum ada tanggapan untuk " ﻻ ﺣﻮل وﻻ ﻗﻮة إﻻ ﺑﺎﷲ اﻟﻌﻠﻲ اﻟﻌﻈﻴﻢ’"
Posting Komentar