E. Iman kepada Hari Akhir




[Dan] rukun iman yang kelima adalah kamu beriman [dengan Hari Akhir] dengan cara kamu membenarkan keberadaannya dan membenarkan segala sesuatu yang tercakup di dalam Hari Akhir, seperti; dikumpulkannya seluruh makhluk (hasyr), penghitungan amal (hisab), pembalasan amal (jazak), surga, dan neraka
Hari Akhir disebut dengan nama hari akhir karena tidak ada malam dan siang setelah hari tersebut. Tidak bisa disebut dengan hari tanpa menyebutkan qoyidnya, kecuali apabila disertai dengan malam setelahnya. Atau Hari Akhir disebut dengan nama hari akhir adalah karena hari tersebut merupakan akhir waktu yang terbatasi, maksudnya, akhir hari-hari dunia, oleh karena itu, tidak ada hari lain setelahnya, atau karena hari tersebut memang berada di akhir dari hari-hari dunia.
Permulaan Hari Akhir dimulai dari tiupan terompet yang kedua sampai tidak ada akhirnya. Ini adalah pendapat yang benar.
Ada yang mengatakan bahwa Hari Akhir berakhir sampai para makhluk menetap di surga dan neraka. Oleh karena itu, permulaan Hari Akhir terjadi di alam dunia dan akhirnya terjadi di alam akhirat
Hari Akhir disebut juga dengan Hari Kiamat karena qiyamnya atau bangkitnya makhluk-makhluk yang mati dari kuburan mereka.
Sedangkan alam kubur termasuk dari alam dunia. Ada yang mengatakan bahwa alam kubur merupakan pemisah antara alam dunia dan alam akhirat.
Ada yang mengatakan bahwa Hari Kiamat dimulai dari kematian mayit, sehingga alam kubur termasuk alam akhirat. Oleh karena ini, para ulama berkata, “Barang siapa telah meninggal dunia maka kiamat-nya telah datang, maksudnya Kiamat Sughro.” Kematian seseorang disebut dengan kiamat karena qiyam-nya atau bangkitnya mayit dari tidur miring, kemudian duduk untuk ditanyai dua malaikat Munkar dan Nakir, kemudian dihimpit oleh kuburan, sehingga demikian ini menyerupai dengan Kiamat Kubro
Zamahsyari berkata, “Permulaan Hari Kiamat adalah dari waktu dikumpulkannya seluruh makhluk (hasyr) sampai tidak ada akhirnya atau sampai penduduk surga masuk ke dalam surga dan penduduk neraka masuk ke dalam neraka.”
Lamanya Hari Akhir bagi orang-orang kafir adalah 50.000 tahun karena dahsyatnya kesulitan-kesulitan yang terjadi pada hari itu, dan lamanya Hari Akhir adalah lebih sebentar daripada sholat wajib di dunia bagi orang-orang mukmin yang sholih, dan lamanya Hari Akhir adalah sedang-sedang bagi orang-orang mukmin yang durhaka atau yang ahli maksiat.
Ada yang mengatakan bahwa di dalam Hari Kiamat terdapat 50 medan yang setiap medan ditempuh selama 1000 tahun. Kami meminta kepada Allah ta’ala agar meringankan Hari Kiamat bagi kami dengan anugerah dan pemberian-Nya.
Demikian di atas diceritakan oleh Suhaimi dan Fasyani.
Dari terjemahan kitan Kasyifatus Saja karangan Syekh Imam Nawawi Al-Bantani

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "E. Iman kepada Hari Akhir"

Posting Komentar