[Dan]
sholawat dan salam tercurahkan untuk [para keluarganya]. Yang dimaksud dengan
para keluarga Rasulullah adalah seluruh umat yang menerima ajakan dakwahnya
karena adanya hadis, “Keluarga Muhammad adalah setiap orang yang bertakwa.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Tabrani.
Pengertian
keluarga Rasulullah di atas adalah yang lebih pantas dalam maqom doa, meskipun
mereka adalah orang-orang yang bermaksiat karena orang-orang yang bermaksiat
lebih membutuhkan untuk didoakan daripada yang selain mereka. Adapun dalam
maqom zakat, yang dimaksud dengan keluarga Rasulullah adalah mereka yang
berasal dari keturunan Bani Hasyim dan Bani Muthollib.
[Dan] sholawat dan salam semoga tercurahkan
pula untuk [para sahabat Rasulullah]. Yang dimaksud sahabat adalah orang yang
berkumpul dengan Rasulullah serta percaya kepada beliau setelah beliau diutus
sebagai seorang rasul meskipun belum diperintahkan untuk berdakwah pada masa
hidupnya dengan bentuk perkumpulan yang saling mengenal, sekiranya perkumpulan
tersebut berada di bumi, meskipun gelap, atau meskipun orang itu adalah buta
dan meskipun orang itu tidak menyadari keberadaan Rasulullah, atau orang itu
belum tamyiz, atau salah satu dari orang itu dan Rasulullah adalah yang
melewati salah satu dari keduanya, meskipun dalam keadaan tidur, atau tidak
berkumpul dengan Rasulullah tetapi Rasulullah melihat orang itu, atau orang itu
melihat Rasulullah meskipun dari jarak yang jauh, meskipun hanya sebentar.
Berbeda
dengan tabiin atau pengikut sahabat, maka status tab’iyah tidak akan disandang
kecuali disertai dengan lamanya berkumpul bersama sahabat pada umumnya,
sebagaimana menurut pendapat ashoh dari ulama ahli Ushul dan juga para Fuqoha.
Status tab’iyah bagi tabiin tidaklah cukup hanya dengan pernah bertemu sahabat
saja. Berbeda dengan orang yang berstatus sahabat, maka status sahabat dapat
disandangnya meskipun hanya sekedar pernah bertemu dengan Rasulullah karena
berkumpul dengan Rasulullah memberikan pengaruh cahaya hati yang lebih berlipat
ganda daripada pengaruh cahaya hati yang dihasilkan dengan berkumpul lama
dengan sahabat atau yang lainnya. Akan tetapi, Ahmad Suhaimi mengatakan, “Orang
yang berstatus tabiin adalah orang yang pernah bertemu dengan sahabat meskipun
dalam waktu yang sebentar dan meskipun tidak mendengar riwayat darinya.”
Ketahuilah!
Menurut Ahli Sunnah, sesungguhnya keutamaan Khulafa ar-Rosyidin empat dalam
jabatan kekhalifahan secara urut, yang paling utama adalah Abu Bakar, namanya
adalah Abdullah, kemudian Umar, kemudian Usman, kemudian Ali radhiyallahu
‘anhum.
Dalil
urutan keutamaan mereka ditunjukkan oleh hadis dari Ibnu Umar, “Kami berkata
dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama mendengar perkataan kami, ‘Orang
terbaik dari umat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian
Usman, kemudian Ali.’ Dan Rasulullah tidak menyangkal perkataan kami.”
Setelah
Khulafa ar-Rasyidin, kemudian disusul oleh 6 (enam) sabahat lain dalam hal
lebih utama dibanding yang lain. Mereka adalah Tolhah, Zubair, Abdurrahman,
Sa’ad, Sa’id, dan Amir. Tidak ada nash atau penjelasan yang menunjukkan urutan
keutamaan mereka karena adanya perbedaan keutamaan di antara mereka. Oleh
karena itu kami tidak mengurutkan mereka dari segi siapa yang lebih utama.
Adapun orang yang
berkumpul bersama-sama dengan para nabi sebelum Rasulullah shollallahu ‘alaihi
wa sallama, disebut dengan Hawariyuun.Sumber : terjemahan kitab kasyifatus Saja karangan Syekh Imam Nawawi Al-Bantani

Belum ada tanggapan untuk "Pengertian Keluarga Rasulullah, Sahabat, Tabiin"
Posting Komentar